Pendidikan Rasa Malu dalam Islam Kajian Teoretis dan Potret Sosiologis Masyarakat Muslim Thailand Selatan
Deskripsi blog
10/15/20261 min read


Judul Buku : Pendidikan Rasa Malu dalam Islam Kajian Teoretis dan Potret Sosiologis Masyarakat Muslim Thailand Selatan
Penulis : Nasirudin, Alis Asikin, Mustafakama Waeduereh, Yusron Nur Hadi
Editor: Nurul Laely Mahmudah
Tebal Buku : 147 halaman
Ukuran Buku : 14,8 x 21 cm (A5)
ISBN : (Proses)
Sinopsis:
Buku Pendidikan Rasa Malu dalam Islam: Kajian Teoretis dan Potret Sosiologis Masyarakat Muslim Thailand Selatan membahas konsep rasa malu (al-haya’) sebagai salah satu nilai fundamental dalam ajaran Islam yang berperan penting dalam pembentukan akhlak dan kepribadian seorang Muslim. Rasa malu tidak sekadar dipahami sebagai perasaan sungkan atau takut terhadap penilaian orang lain, tetapi juga sebagai kesadaran moral dan spiritual yang mendorong seseorang untuk menjaga kehormatan diri, menghindari perilaku tercela, serta menaati nilai-nilai agama. Melalui kajian teoretis, buku ini menguraikan landasan pendidikan rasa malu dalam perspektif Islam, keterkaitannya dengan pembentukan karakter, serta relevansinya dalam menghadapi tantangan moral masyarakat kontemporer.
Lebih lanjut, buku ini menghadirkan potret sosiologis masyarakat Muslim Thailand Selatan untuk memahami bagaimana nilai rasa malu dipahami, diwariskan, dan dipraktikkan dalam kehidupan keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial. Dalam konteks masyarakat yang memiliki identitas keislaman, tradisi, dan kebudayaan yang khas, pendidikan rasa malu menjadi bagian penting dari proses pembentukan identitas Muslim dan penguatan norma sosial. Perjumpaan antara perspektif normatif Islam dan realitas sosial tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika pendidikan akhlak dalam kehidupan masyarakat Muslim. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, pendidik, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan Islam dalam mengembangkan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman sekaligus peka terhadap konteks sosial dan budaya masyarakat.
